JAKARTA, ifakta.co – Upaya pengungkapan kasus peredaran narkotika di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatra Utara, diwarnai aksi pelarian istri seorang bandar narkoba yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Perempuan berinisial M itu berhasil meloloskan diri usai berpura-pura pingsan saat diamankan petugas.
Kapolres Madina AKBP Arie Sopandi Paloh menjelaskan, penggerebekan dilakukan di sebuah rumah di Desa Sikapas sebagai tindak lanjut laporan warga yang resah terhadap maraknya peredaran sabu dan ganja. Sebelumnya, masyarakat sempat melakukan aksi sweeping di Desa Batu Mundom beberapa pekan lalu.
Dalam penggeledahan tersebut, polisi tidak menemukan target utama yang diduga sebagai bandar narkoba. Namun, kecurigaan petugas tertuju pada gerak-gerik M yang terlihat gelisah selama proses pemeriksaan berlangsung.
Iklan
“Dari hasil penggeledahan, kami menemukan satu karung berisi sabu dengan berat sekitar 97,33 gram,” ujar Arie Sopandi Paloh, Minggu (4/1/2026).
Barang haram tersebut diduga akan dibuang ke tempat pembuangan sampah di belakang rumah guna mengelabui petugas. Saat temuan itu diketahui, M mendadak terjatuh dan mengaku pingsan di hadapan polisi.
Warga setempat sempat membantu membawa M masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.
Namun, situasi berubah ketika petugas hendak membawa yang bersangkutan ke kantor polisi beberapa jam kemudian. Perempuan tersebut justru berhasil melarikan diri saat aparat lengah.
Upaya pengejaran juga sempat terkendala karena adanya warga yang diduga menghalangi petugas saat hendak mengamankan pelaku.
Kapolres Madina menegaskan, pihaknya akan terus memburu pelaku dan tidak mentoleransi siapa pun yang mencoba menghambat proses penegakan hukum.
“Kami mengimbau kepada pasangan suami istri yang telah masuk DPO agar segera menyerahkan diri. Sementara bagi masyarakat yang menghalangi tugas kepolisian, akan kami lakukan pemeriksaan sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pengejaran intensif terhadap M dan suaminya, serta mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain yang membantu pelarian tersebut.
(Amin)



