JAKARTA, ifakta.co — Pereli Indonesia Julian Johan dipastikan tengah bersiap untuk tampil sebagai peserta pada ajang balap reli paling ekstrem di dunia. Ajang Rally Dakar 2026 akan di selenggarakan di Arab Saudi ini bukan sekedar ajang uji nyali bagi Julian Johan. Atau yang akrab disapa Jeje ini.
Jeje memilih sikap realistis dan rendah hati jelang penampilannya di reli legendaris tersebut. Ia menegaskan tidak ingin sesumbar, mengingat Dakar dikenal luas sebagai “neraka” bagi para penggila reli lintas alam.
“Rally Dakar bukan sekadar balapan cepat. Ini soal bertahan hidup, konsistensi, dan mental,” ungkap Jeje (2/1). Menurutnya, kombinasi medan gurun pasir yang kejam, cuaca ekstrem, serta tantangan navigasi membuat setiap etape Dakar menjadi ujian berat bagi pereli dan kendaraan.
Iklan
Ajang Dakar memang memiliki reputasi sebagai reli paling menantang di dunia. Setiap peserta dituntut memiliki fisik prima, kemampuan membaca peta yang presisi, serta manajemen strategi yang matang. Kesalahan kecil dapat berujung pada kegagalan menyelesaikan etape, bahkan mengakhiri lomba lebih cepat.
Dalam persiapannya menuju Dakar 2026, Jeje bersama tim fokus pada latihan fisik intensif, simulasi navigasi, serta adaptasi kendaraan terhadap karakter medan Arab Saudi.
Pengalaman panjangnya di dunia motorsport menjadi modal penting, namun ia menyadari Dakar menghadirkan level kesulitan yang jauh berbeda dibanding reli pada umumnya.
Keikutsertaan Julian Johan di Rally Dakar 2026 menjadi catatan penting bagi dunia reli Indonesia. Kehadirannya di ajang internasional tersebut diharapkan dapat mengharumkan nama bangsa, sekaligus membuktikan bahwa pereli Tanah Air mampu bersaing dan bertahan di salah satu kompetisi motorsport paling bergengsi di dunia. (Jo)


