JAKARTA, ifakta.co – Pemerintah pusat tengah mempercepat penyediaan hunian sementara bagi warga terdampak bencana alam di Sumatra. Salah satu fokus pembangunan berada di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, dengan total 600 unit hunian sementara (huntara) yang kini dalam tahap penyelesaian.

Pantauan di lokasi menunjukkan huntara dibangun dalam bentuk bangunan memanjang dengan sejumlah unit rumah yang saling berdampingan. Setiap unit dipisahkan oleh dinding permanen dan dilengkapi satu pintu serta satu jendela di bagian depan.

Hunian sementara tersebut memiliki ukuran sekitar 4,5 x 4,5 meter atau kurang lebih 22 meter persegi. Interiornya berupa satu ruangan tanpa sekat yang dirancang untuk kebutuhan dasar pengungsi. Ruangan ini dapat diisi dua tempat tidur, lemari pakaian, serta kipas angin.

Iklan

Untuk bagian atap, pemerintah menggunakan material seng yang disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan hunian darurat. Selain bangunan tempat tinggal, kawasan huntara juga dilengkapi dengan infrastruktur pendukung, termasuk jaringan utilitas dasar.

Guna menunjang kenyamanan warga, pemerintah menyiapkan fasilitas umum berupa 14 musala, 14 dapur umum, serta sekitar 120 unit toilet dan kamar mandi. Area permukiman sementara ini juga dilengkapi taman bermain untuk anak-anak.

Direncanakan, 600 unit huntara di Aceh Tamiang akan diserahterimakan kepada warga pada 8 Januari 2026. Pembangunan ini menjadi tahap awal dari rencana besar pemerintah dalam menyediakan sekitar 15 ribu hunian di tiga provinsi yang terdampak bencana.

Pemerintah berharap kehadiran hunian sementara ini dapat memberikan rasa aman dan layak huni bagi masyarakat sembari menunggu pembangunan hunian tetap rampung.

(Amin)