BANDA ACEH, ifakta.co – Pemerintah Aceh kembali mengerahkan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Pada tahap kedua ini, sebanyak 4.000 ASN diturunkan dengan fokus utama pada sektor pendidikan.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan para relawan ASN mulai ditugaskan ke sejumlah kabupaten terdampak sejak Jumat. Penugasan tersebut merupakan kelanjutan dari aksi bakti sosial sebelumnya yang telah dilakukan akhir Desember lalu.

Menurut MTA, pada 29–30 Desember 2025, Pemerintah Aceh telah lebih dulu menurunkan sekitar 3.000 ASN tahap pertama untuk membantu pembersihan fasilitas umum di berbagai daerah yang terdampak banjir.

Iklan

Berbeda dengan tahap awal, pada penugasan tahap kedua ini ASN tidak diberangkatkan secara bersamaan. Masing-masing Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) mengatur keberangkatan secara mandiri guna menghindari potensi kemacetan lalu lintas.

“Pengaturan ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, khususnya di jalur jembatan Kuta Blang–Awe Geutah, Kabupaten Bireuen, yang saat ini masih menggunakan jembatan darurat,” jelas Muhammad MTA.

Pada tahap kedua ini, relawan ASN difokuskan melakukan pembersihan dan penataan sekolah-sekolah, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK. Langkah tersebut dilakukan menyusul rencana dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar pada 5 Januari 2026, terutama di wilayah Aceh Tamiang.

Selama bertugas, para ASN akan berkoordinasi dengan pos komando kabupaten/kota dan bergabung bersama unsur penanganan bencana lainnya, seperti BNPB, TNI, Polri, serta relawan masyarakat setempat.

Muhammad MTA menegaskan, pengerahan relawan ASN akan terus dilakukan secara bertahap dan simultan sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh.

Ia menambahkan, seluruh proses pemulihan dilakukan di bawah supervisi pemerintah pusat, dengan harapan seluruh elemen dapat terus bersinergi untuk membantu Aceh bangkit dari dampak bencana.

(Amin)