RIAU, ifakta.co – Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Djoko Siswanto menyampaikan sinyal penting terkait arah kepemimpinan PT Bumi Siak Pusako (BSP).
Dalam forum peresmian Proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR) Lapangan Minas, Djoko secara terbuka menyebut nama Satria Antoni, PhD sebagai kandidat Direktur Utama BUMD migas tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Djoko saat memberikan sambutan di Kantor PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Rumbai, Riau, pekan lalu. Agenda peresmian proyek Chemical EOR Minas sendiri menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menjaga dan meningkatkan produksi minyak nasional, khususnya dari lapangan-lapangan tua yang mengalami penurunan alamiah.
Iklan
Djoko menegaskan bahwa optimalisasi lifting minyak masih menjadi prioritas utama pemerintah, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Djoko menyapa langsung Satria Antoni yang hadir sebagai Asisten Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI. Penyebutan nama tersebut dinilai sebagai bentuk pengakuan terhadap kapasitas dan rekam jejak Satria di sektor hulu migas.
PT Bumi Siak Pusako memiliki posisi strategis sebagai pemegang Participating Interest (PI) di Blok Rokan, salah satu wilayah kerja migas terbesar di Tanah Air.
Peran BSP dipandang krusial dalam mendukung target nasional produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari.
Proyek Chemical EOR Lapangan Minas diproyeksikan menjadi terobosan penting dalam meningkatkan recovery factor lapangan minyak tertua dan terbesar di Indonesia itu.
Dengan teknologi injeksi kimia, metode ini memungkinkan pengangkatan minyak tersisa yang tidak dapat diproduksikan melalui teknik konvensional.
SKK Migas berharap keberhasilan proyek Chemical EOR Minas dapat menjadi contoh pengembangan teknologi EOR secara nasional dan diterapkan di berbagai lapangan migas mature lainnya. Dampaknya diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi sekaligus memperkuat ketahanan energi jangka panjang.
Satria Antoni sendiri dikenal sebagai praktisi migas dengan pengalaman internasional. Ia meraih gelar doktor di bidang Marine Geology dari King Abdulaziz University, Arab Saudi, yang memperkuat keahliannya dalam memahami karakter reservoir migas.
Pengalamannya selama bertahun-tahun di industri energi Timur Tengah, termasuk di Dubai dan Qatar, membentuk perspektif teknokratik serta jejaring global dalam pengelolaan proyek migas berskala besar. Selain berkiprah di pemerintahan, Satria juga aktif di dunia akademik sebagai Kepala Lembaga Riset Universitas Insan Cita Indonesia (UICI).
Sebagai putra daerah Riau, Satria Antoni dinilai memiliki kedekatan emosional dengan wilayah migas nasional. Kombinasi keilmuan, pengalaman industri, dan latar belakang daerah menjadikannya figur yang diperhitungkan dalam mendorong keberlanjutan sektor energi, baik di tingkat regional maupun nasional.
(Amin)



