ACEH TENGAH,.- ifakta.,- Harga beras di sejumlah pasar di Aceh Tengah bikin warga panik. Dalam dua pekan terakhir, harga beras premium dilaporkan melesat hingga menyentuh Rp33 ribu per kilogram. Bahkan satu karung 15 kilogram ada yang dijual mencapai Rp500 ribu.
Di Pasar Inpres Takengon, pedagang mengaku harga terus merangkak naik lantaran pasokan berkurang. Sementara warga mengeluh kebutuhan pokok makin nggak terjangkau.
“Biasanya gue beli Rp180 ribu sampai Rp220 ribu per karung (15 kg). Sekarang hampir setengah juta. Gaji nggak naik, beras yang naik,” ujar Rina, warga Kecamatan Bebesen, Rabu,03/12/25
Iklan
Kenaikan harga ini langsung direspons Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia memerintahkan jajarannya melakukan pengecekan lapangan serta mengamankan pasokan dari gudang cadangan.
“Kita pastikan masyarakat Aceh aman dari kelangkaan. Kalau distribusi terganggu, kita bantu percepat. Negara nggak boleh kalah sama situasi,” tegas Amran.
Kementerian Pertanian juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memperlancar distribusi beras ke wilayah-wilayah yang terpantau stoknya menipis. Jika diperlukan, pengiriman dilakukan lewat jalur alternatif agar tidak terhambat kondisi cuaca.
Sumber internal Pemda menyebut lonjakan harga ini bukan soal produksi. Panen masih berjalan normal di sebagian wilayah Aceh. Namun akses logistik sempat tersendat akibat cuaca buruk dan ruas jalan ke sejumlah sentra gabah terganggu.
Selain itu, muncul dugaan permainan harga di tingkat pedagang besar. Satgas pangan disebut bakal turun mengecek langsung rantai distribusi untuk memastikan tidak ada spekulasi yang merugikan rakyat.
Warga berharap pemerintah nggak cuma cek-cek saja, tapi langsung menurunkan harga ke level wajar.
“Kami makan nasi tiap hari, bukan barang mewah. Jangan tunggu masyarakat ribut dulu baru dibantu,” kata Samsuar, petani di Pegasing.
Pemerintah menargetkan harga kembali stabil dalam waktu dekat setelah pasokan tambahan masuk. Namun evaluasi menyeluruh tetap dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
