CIBEUNYING, MAJENANG,- ifakta, — Di tengah bau tanah basah dan suara alat berat yang meraung seperti keluhan bumi, warga menatap kosong arah bukit yang ambruk. Hujan turun beberapa hari tanpa ampun, dan tanah yang mereka pijak sejak lahir tiba-tiba memakan saudara sendiri.

Di sela-sela itu, langkah seorang remaja 16 tahun mendadak jadi pusat perhatian. Namanya Rival Altaf. Kata warga, dia punya kemampuan “melihat sesuatu” yang tak dilihat orang lain.

Video yang viral memperlihatkan Rival berdiri di pinggir tanah longsor, menunjuk titik tertentu dengan wajah serius. “Di situ,” katanya. Kalimat pendek yang seperti kompas bagi relawan yang mulai kehilangan arah.

Iklan

Beberapa petugas SAR yang ditemui rekan media menyebut, korban memang ditemukan tak jauh dari area yang ia tunjukkan. Namun tak ada pengakuan resmi tertulis soal ini. Semua masih berupa kesaksian lisan yang beredar di media sosial dan pemberitaan.