SUMATRA,- ifakta.— Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra masih menyisakan luka mendalam. Hingga pembaruan terbaru, total 316 orang dilaporkan meninggal dunia dan 289 lainnya masih belum ditemukan.Minggu.,30/11/25
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus mengintensifkan operasi pencarian korban, dibantu unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, serta relawan. Namun proses evakuasi tak berjalan mudah. Cuaca yang tidak bersahabat dan medan berat jadi tantangan besar di lapangan.
Ratusan warga yang selamat kini mengungsi di pos-pos darurat yang tersebar di beberapa titik. Mereka membutuhkan bantuan logistik berupa makanan, pakaian, air bersih, serta layanan kesehatan.
Iklan
Dilokasi tempat penggusian Seorang ibu bernama Rina (34) duduk di samping tenda posko sambil menggenggam sebungkus pakaian anak-anak yang masih basah saat ditemui mengatakan.” “Saya selamat karena ditarik suami ke atap rumah. Tapi anak saya… dua-duanya belum ketemu, Mas,” ucapnya pelan, matanya berkaca-kaca.
“Saya cuma pengin bisa memakamkan mereka baik-baik kalau pun sudah nggak ada.”tambahnya.
Di posko berbeda, seorang pemuda, Ardi (22), masih syok tiap kali mendengar suara keras.“Air datangnya cepat banget. Saya lari cuma bawa dompet. Teman saya kebawa arus… saya coba tarik, tapi licin. Sampai sekarang belum ditemukan,” ceritanya sambil menunduk.
Komandan Regu SAR di lokasi, Iptu Fadli, menjelaskan tantangan operasi pencarian.
“Medannya lumpur tebal sampai satu meter, bercampur kayu dan batu besar. Kita harus hati-hati karena risiko longsor susulan masih tinggi,” katanya.
“Kami akan terus cari, selama masih ada harapan dan juga demi memberikan kepastian untuk keluarga korban.”
Petugas lain, Relawan Rijal, juga menyampaikan kondisi moral tim di lapangan.
“Kadang kita bongkar puing dan ketemu mainan anak atau foto keluarga… itu bikin kita tambah pengen nyelesein semua ini secepatnya,” ujarnya.
Dari informasi yang dihimpun, pemerintah daerah bersama BNPB telah menambah jumlah personel dan mengirim bantuan logistik.
Kepala BPBD setempat, Suhendra, mengatakan:“Pendataan korban terus berjalan. Bantuan untuk pengungsi menjadi prioritas. Kami juga sedang siapkan hunian sementara,” katanya.
