JAKARTA, ifakta.co – Ginjal memainkan peran vital dalam menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah. Ketika fungsi ginjal terganggu, penumpukan zat-zat sisa dalam tubuh dapat membahayakan kesehatan secara keseluruhan. Pola makan memiliki dampak langsung dan signifikan terhadap beban kerja ginjal, oleh karena itu, penting untuk membatasi konsumsi jenis makanan tertentu yang dapat memicu kerusakan.
Berikut adalah daftar makanan utama yang berpotensi membebani ginjal dan harus diwaspadai, baik oleh orang sehat maupun mereka yang berisiko atau sudah memiliki gangguan ginjal:
Iklan
- Makanan Tinggi Natrium (Garam)
Konsumsi natrium yang berlebihan adalah salah satu musuh utama ginjal. Natrium menyebabkan tubuh menahan cairan, yang kemudian meningkatkan volume darah dan memicu tekanan darah tinggi (hipertensi). Hipertensi merupakan penyebab utama kerusakan ginjal dan gagal ginjal.
Contoh yang Harus Dibatasi: Makanan olahan (sosis, kornet, bacon), makanan kalengan (sup, sayuran), makanan cepat saji, kecap asin, dan camilan tinggi garam seperti keripik.
Saran Ahli: Batasi asupan natrium tidak lebih dari 1.500–2.000 mg per hari.
- Makanan dan Minuman Tinggi Gula
Asupan gula berlebih secara tidak langsung merusak ginjal. Kelebihan gula dapat memicu diabetes, yang merupakan dua penyebab utama penyakit ginjal kronis. Ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaring gula yang menumpuk di darah.
Contoh yang Harus Dibatasi: Minuman bersoda, minuman kemasan manis, kue, roti manis, permen, dan sereal sarapan dengan gula tinggi.
- Makanan Tinggi Protein Hewani Berlebihan
Protein adalah nutrisi penting, tetapi konsumsi protein hewani dalam jumlah yang sangat besar menghasilkan residu asam dalam darah. Jika ginjal sudah bermasalah, organ ini kesulitan menghilangkan asam tersebut, yang dapat menyebabkan kondisi yang disebut asidosis dan memperberat kerja ginjal.
Contoh yang Harus Dibatasi: Daging merah dan daging olahan. Sebaiknya konsultasikan porsi protein yang tepat dengan ahli gizi, terutama jika Anda memiliki riwayat gangguan ginjal.
- Makanan Tinggi Fosfor dan Kalium
Mineral seperti fosfor dan kalium penting, tetapi bagi penderita gangguan ginjal, kelebihan mineral ini dapat menumpuk dalam darah karena ginjal tidak mampu menyaringnya dengan baik.
Penumpukan fosfor berisiko merusak tulang dan pembuluh darah, sementara kelebihan kalium (hiperkalemia) dapat menyebabkan gangguan irama jantung yang fatal.
Tinggi Fosfor: Produk susu (keju, yogurt, susu), kacang-kacangan, biji-bijian, dan minuman bersoda berwarna gelap.
Tinggi Kalium: Alpukat, pisang, jeruk, kentang, dan tomat (terutama bagi penderita ginjal yang parah).
Meskipun makanan-makanan ini dapat memicu masalah ginjal jika dikonsumsi berlebihan atau jika Anda sudah memiliki kondisi medis, tidak semua orang perlu menghindari semua jenis makanan di atas. Batasan diet yang spesifik (seperti kalium dan fosfor) umumnya lebih ketat diterapkan pada individu yang sudah didiagnosis menderita penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal.
Untuk menjaga kesehatan ginjal, disarankan untuk mengadopsi pola makan seimbang, mengurangi makanan olahan, dan membatasi asupan garam serta gula. Selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk panduan diet yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan ginjal Anda.(Red)



