TOKYO, ifakta.co – Indeks saham utama Jepang, Nikkei 225, tercatat melemah pada perdagangan terbaru seiring investor mencerna serangkaian data ekonomi yang menunjukkan tren negatif. Tekanan jual muncul setelah data terbaru mengindikasikan perlambatan di beberapa sektor kunci, mulai dari produksi industri, penjualan ritel, hingga belanja konsumen.
Produksi industri Jepang dilaporkan turun lebih dalam dari perkiraan, menandakan lemahnya permintaan baik domestik maupun global. Sementara itu, penjualan ritel hanya mencatat pertumbuhan tipis, mencerminkan daya beli konsumen yang masih tertekan akibat inflasi dan stagnasi upah. Di sisi lain, survei kepercayaan bisnis juga menunjukkan penurunan, menambah kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi Jepang belum berada di jalur yang stabil.
Pelemahan ini semakin diperparah oleh penguatan yen yang berpotensi mengurangi daya saing ekspor, terutama bagi perusahaan besar Jepang di sektor otomotif dan elektronik yang menjadi penopang indeks. Investor pun cenderung mengambil posisi hati-hati, menunggu langkah kebijakan moneter lanjutan dari Bank of Japan di tengah ketidakpastian global.
Iklan
Dengan kondisi tersebut, Nikkei 225 mengalami koreksi setelah sebelumnya sempat mencatat reli, menegaskan kembali bahwa sentimen pasar Jepang masih sangat rentan terhadap tekanan ekonomi domestik maupun eksternal. (FA)