Duel pasangan Wisnu VS Fajar, peserta sparring Open Fight Nganjuk di Sasana Wushu Yi Tong, tengah adu ketangkasan dan skill beladiri.(Poto: ifakta.co/may).
NGANJUK, ifakta.co –
Sasana Wushu Yitong sukses menggelar Sparring Open Fight 2025 perdana di Kabupaten Nganjuk pada Sabtu (23/8/2025) pukul 08.00–11.30 WIB. Kegiatan yang digelar di Sasana Yitong ini menghadirkan 48 atlet muda lintas bela diri yang bertanding secara sportif di atas ring dengan aturan dasar kickboxing.
Pertandingan berjalan dua ronde, masing-masing berdurasi dua menit, dan berlangsung lancar serta kondusif berkat dukungan pihak keamanan.
Iklan
Ketua pelaksana, Ahmad Sahrul Dermawan, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mewadahi anak-anak muda Nganjuk yang memiliki bakat bertarung agar bisa tersalurkan pada tempat yang tepat.
“Melalui kegiatan tarung sportif dan terbuka ini, kami ingin mengarahkan bakat anak muda ke arah yang lebih baik. Fight itu olahraga, ada tempatnya, bukan di jalan atau warung kopi. Mari kita bertarung secara sportif di gelanggang untuk menunjukkan jati diri kita,” kata Syahrul.
Ia menambahkan, seluruh peserta mendapat sertifikat partisipasi dan dokumentasi video sebagai bentuk apresiasi sekaligus sarana evaluasi.
“Kami juga berterima kasih kepada Bapak Abdul Wakid selaku pembina kami yang telah hadir dan memberikan support penuh pada kami dan kami juga berterima kasih kepada Babinsa dan Polsek Berbek atas perlindungan, pengarahan, dan bimbingannya sehingga acara ini berjalan aman dan sangat kondusif,” imbuhnya.

Para peserta Yi Tong Sparring Open Fight Nganjuk 2025 beserta panitia dan petugas keamanan dan Nakes.(Poto: ifakta.co/may).
Ketua Wushu Indonesia (WI) Cabang Nganjuk, Abdul Wakid, yang turut hadir langsung, mengapresiasi inisiatif panitia. Ia menilai ajang ini menjadi gebrakan positif sekaligus solusi bagi anak muda Nganjuk yang menyukai seni beladiri.
“Saya bangga melihat antusias peserta. Kegiatan ini bisa membudayakan bertarung di gelanggang agar bisa berlaga secara sportif dan disiplin, bukannya berlaga di jalan. Ini juga bisa menjaring bibit atlet baru untuk dibina dan ditingkatkan prestasinya melalui event – event resmi,” ujarnya.

Ketua Wushu Indonesia (WI) Cabang Nganjuk, Abdul Wakid saat memberikan pengarahan dan pembinaan kepada para peserta Sparring.(Poto: ifakta. co /may).
Ketua Pengkab WI Nganjuk itu juga berpendapat, melalui event semacam ini kami bisa lebih intens memberikan pengarahan dan pembinaan bagi calon – calon atlet beladiri Nganjuk untuk ikut menjaga kondusifitas wilayah Nganjuk dengan kegiatan yang sangat positif tersebut.
Sementara itu, salah satu peserta, Sandy Madika Atmaja (16), mengaku puas dengan pengalaman perdananya bertanding di atas gelanggang ini.

Sandy Madika mengaku sangat puas telah mengikuti tarung sportif di Sasana Wushu Yi Tong.(Poto:ifakta co ).
“Saya merasa puas ikut Yitong Sparring. Suasananya kondusif, izinnya lengkap, dan fasilitasnya cukup memadai. Semoga event seperti ini bisa digelar sebulan sekali agar semakin banyak anak muda bisa menyalurkan bakatnya,” ungkap Sandy.
Event perdana Yitong Sparring Open Fight ini pun menjadi tonggak baru dunia bela diri di Nganjuk. Antusiasme peserta sekaligus dukungan dari berbagai pihak menunjukkan besarnya harapan agar kegiatan semacam ini bisa rutin digelar sebagai wadah sportivitas, disiplin, sekaligus pencarian bibit atlet bela diri berprestasi.
(may).
