TANGERANG, ifakta.co — Aliansi Masyarakat Tangerang Raya (Almatara) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengawal suara rakyat. Di tengah berbagai persoalan sosial, ekonomi, hingga pelayanan dasar yang masih dirasakan warga, Almatara terus bangkit dan bersuara lantang demi memastikan hak-hak masyarakat tidak diabaikan oleh para pemegang kebijakan di Kabupaten Tangerang.
Ketua Almatara, Ipung, menegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar gerakan simbolik, melainkan aksi nyata yang konsisten. “Almatara hadir bukan untuk mencari panggung, tapi untuk memperjuangkan suara-suara kecil yang sering tak terdengar. Kita akan terus bersuara dan mendesak para pemimpin di Kabupaten Tangerang agar lebih peka terhadap kondisi rakyatnya,” ujarnya.
Menurutnya, banyak kebijakan yang dinilai belum menyentuh kebutuhan dasar masyarakat secara menyeluruh, mulai dari akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga jaminan sosial bagi warga kurang mampu. “Kita tidak ingin ada rakyat yang kelaparan, putus sekolah, atau tak bisa berobat hanya karena sistem dan pemimpinnya tidak peduli,” tambah Ipung.
Iklan
Almatara juga mendorong agar para pemimpin daerah tidak hanya melihat data di atas kertas, tapi juga turun langsung menyapa masyarakat. “Kalau pemimpin tidak tahu apakah rakyatnya sudah makan atau belum, sehat atau sakit, sekolah atau tidak, maka itu bentuk pengabaian. Dan pengabaian atas hak dasar itu adalah kejahatan kemanusiaan,” tegasnya.
Ipung memastikan bahwa Almatara akan terus bergerak, menyuarakan kebenaran, dan menjadi garda terdepan rakyat dalam menghadapi ketidakadilan. “Selama masih ada rakyat yang menderita, maka perjuangan ini belum selesai,” tutupnya.
(Sb-Alex)