JAKARTA, ifakta.co — Kasus dugaan raibnya dana nasabah senilai Rp8 miliar kembali menggemparkan dunia perbankan nasional. Kali ini, sorotan mengarah pada salah satu bank swasta yang dikaitkan dengan pengusaha nasional Franky Widjaja. Seorang nasabah melaporkan bahwa uangnya mendadak hilang tanpa jejak dari rekening simpanan, menimbulkan keresahan dan pertanyaan besar mengenai keamanan dana masyarakat di lembaga keuangan.

Menurut pengakuan nasabah yang identitasnya dirahasiakan, dana miliaran rupiah yang disimpan dalam rekening deposito tiba-tiba lenyap, tanpa transaksi yang diketahui atau disetujui. Nasabah mengaku telah menghubungi pihak bank namun belum mendapat kejelasan mengenai mekanisme kehilangan tersebut maupun upaya pengembalian dana.

“Ini bukan jumlah kecil. Saya menabung dengan kepercayaan bahwa dana saya aman. Tapi kenyataannya, Rp8 miliar hilang begitu saja,” ujar sang nasabah dalam konferensi pers bersama kuasa hukumnya.

Iklan

Bank yang dimaksud merupakan bagian dari kelompok usaha milik keluarga Widjaja, konglomerat besar yang selama ini dikenal luas melalui gurita bisnis Sinar Mas. Meskipun Franky Widjaja tidak terlibat langsung dalam pengelolaan bank tersebut, keterkaitan namanya membuat publik menaruh perhatian besar terhadap tanggung jawab dan kredibilitas institusi tersebut.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pihak kepolisian saat ini dikabarkan sedang menyelidiki kasus tersebut. OJK juga telah meminta klarifikasi resmi dari manajemen bank dan mendesak audit internal terhadap sistem pengawasan transaksi dan perlindungan konsumen.

“Jika terbukti ada kelalaian atau pelanggaran, kami akan mengambil tindakan tegas. Kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan harus dijaga,” tegas juru bicara OJK.

Kasus ini menjadi alarm bagi seluruh pelaku industri perbankan untuk memperketat sistem keamanan dan pengawasan internal. Di sisi lain, publik menanti komitmen dari manajemen bank terkait penyelesaian kasus ini, termasuk tanggung jawab moral dan finansial kepada nasabah yang dirugikan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak bank belum memberikan pernyataan resmi kepada media. (SB)