Sebuah studi menunjukkan bahwa kandungan antioksidan yang terdapat di dalam teh pahit mampu mengurangi peradangan dan bisa melebarkan pembuluh darah, sehingga aliran darah lebih lancar dan tekanan darah menurun.

8. Menjaga kesehatan jantung

Iklan

Penelitian menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi teh dapat meningkatkan kesehatan jantung. Fakta ini berkaitan dengan senyawa antioksidan yang terkandung di dalam teh pahit, yaitu polifenol.

Polifenol bisa mencegah kadar kolesterol tinggi dan hipertensi yang merupakan penyebab penyakit jantung.

9. Mengurangi risiko penyakit Alzheimer

Teh pahit kaya akan kandungan antioksidan, sehingga mampu menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan sel-sel tubuh, termasuk sel otak. Dengan kandungan antioksidan yang tinggi, teh pahit dapat melindungi sel otak dan mengurangi risiko penyakit Alzheimer yang bisa memengaruhi daya ingat.

10. Mengurangi risiko kanker

Studi pada hewan menunjukkan bahwa epigallocatechin-3-gallate (EGCG) yang terkandung di dalam teh pahit diduga dapat mencegah pertumbuhan sel kanker, seperti kanker payudara, kanker ovarium, dan kanker prostat.

Teh pahit memang menyimpan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Meskipun begitu, berbagai manfaat di atas juga masih perlu didukung oleh penelitian lainnya. Selain itu, pastikan Anda mengonsumsi teh secukupnya dan tidak lebih dari 950 ml atau 4 gelas dalam sehari.

Konsumsi teh yang berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping, seperti menghambat penyerapan zat besi, meningkatkan risiko anemia, mual, insomnia, sakit kepala, dan masalah pencernaan.

Jika Anda ingin rutin mengonsumsi teh pahit untuk mencegah atau mengobati penyakit, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu. Hal ini dapat membantu Anda mengoptimalkan manfaat teh pahit dan terhindar dari efek samping. (aladokter)