2. Menurunkan berat badan

Rutin mengonsumsi teh pahit juga dapat menurunkan berat badan. Ini karena senyawa yang terdapat di dalam teh, yaitu polifenol dan kafein, mampu meningkatkan proses pembakaran lemak.

Iklan

Kedua kandungan tersebut membuat perubahan lemak menjadi energi lebih cepat, sehingga penumpukan lemak dan berat badan dapat berkurang.

3. Mengurangi kecemasan

Selain memiliki aroma yang menenangkan, teh hijau pahit juga mengandung L-theanin, yaitu senyawa asam amino yang dapat membuat tubuh rileks dan pikiran tenang sehingga kecemasan berkurang.

Manfaat ini pun didukung oleh sebuah studi yang menunjukkan bahwa konsumsi teh chamomile pahit dapat mengurangi gejala gangguan kecemasan umum.

4. Menjaga kesehatan tulang

Penelitian lain menunjukkan bahwa konsumsi teh pahit dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tulang. Ini karena kandungan antioksidan di dalam teh pahit mampu mempertahankan kadar kalsium dalam tulang, sehingga tulang tetap kokoh dan risiko terjadinya pengeroposan tulang bisa berkurang.

5. Mengelola diabetes tipe 2

Mengonsumsi teh pahit, khususnya teh hijau, diketahui mampu menjaga kadar gula pada penderita diabetes tipe 2. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kandungan antioksidan yang terdapat di dalam teh mampu meningkatkan fungsi hormon insulin dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Meski teh hijau pahit memiliki peranan dalam menjaga kadar gula darah, konsumsinya tetap perlu hati-hati, apalagi jika penderita diabetes sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. Sebaiknya konsultasikan ke dokter lebih dulu sebelum minum teh pahit secara rutin

6. Menurunkan kadar kolesterol

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teh pahit mampu menurunkan kadar kolesterol. Hal ini karena kandungan antioksidan dalam teh dapat mengurangi kolesterol total, termasuk LDL atau kolesterol jahat.

7. Menurunkan tekanan darah

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah seseorang mencapai angka 130/80 mmHg atau lebih. Apabila tidak ditangani, kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan stroke.