Atasi Covid-19, 3 Pilar Nganjuk Semprotkan Disinfektan Secara Massal

  • Whatsapp

ifakta.co, Nganjuk – Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk bersama Forkopimda hari ini Kamis (26/3) mengadakan Rundown penyemprotan disinfektan secara masal pada tempat -tempat umum (pelayanan publik) seperti di perkantoran, terminal, stasiun KA, pasar, pertokoan, Mushola, Masjid, Gereja, Klenteng dll.

Mengambil start penyemprotan di ruas jalan sepanjang Alun – Alun Nganjuk menuju Jalan A.Yani Bupati Nganjuk  Novi Rahman Hidayat, forkopimda, Sekda, Satgas COVID 19 dam OPD terkait bergerak menuju seluruh titik yang telah di jadwalkan. 

Sesampai di pertigaan Pasar Wage rombongan bupati berpisah menuju perkantoran di Jalan Dermojoyo sedangkan mobil Damkar terus melanjutkan rundown ke sejumlah tempat yang di targetkan.

Penyemprotan di Jalan Dermojoyo di pimpin langsung oleh Mas Novi di dampingi wabup Marhein, Kapolres Nganjuk,Dandim 0810 Nganjuk ,Kajari,Kadisnaker dan pejabat teras lainnya.Sejumlah kantor yang di targetkan yakni: Dispendik, Kantor Kecamatan, Depag, PN, Kejaksaan dan berakhir di Kantor Tunas Arta Mandiri (TAM).

Dalam konferensi pers yang di gelar di Kantor TAM, bupati mengatakan jika penyemprotan Disinfektan secara masal itu sebagai langkah efisien guna memutus mata rantai penyebaran virus COVID -19 / Corona.

Bacaan Lainnya

“Penyemprotan ini kami lakukan secara menyeluruh di wilayah kabupaten Nganjuk bukan hanya di perkotaan saja, seluruh Camat Forpimcam dan Stekholdernya kami minta untuk bergerak bersama melakukan penyemprotan disinfektan, ” kata Bupati Nganjuk Mas Novi.

Namun Bupati Mas Novi mengakui jika penyemprotan disinfektan  itu belum bisa menjamin 100%  menuntaskan pencegahan serta penularan COVID -19.Maka dari itu pemerintah akan aktif dan rutin melakukan penyemprotan seminggu dua kali.

Mas novi juga memberikan beberapa himbauan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Nganjuk diantaranya: 

1.Melaksanakan pola hidup sehat di rumah dan selalu menyediakan sarana untuk mencuci tangan / hand sanitizer.

2.Mengurangi dan menunda aktifitas yang mendatangkam masa baik itu hajatan, pernikahan, pengajian, reuni dsb.

3.Membatasi kegiatan yang tidak perlu di luar rumah dan menerapkan Social Distancing jika bepergian dan untuk pelajar serta mahasiswa di minta untuk tidak kongkow di kafe / warung.

4.Bila ada yang sakit dengan gejala batuk, sesak dan demam di minta untuk segera ke puskesmas.

5.Bagi pondok pesantren di himbau kepada pemimpin pondok untuk membatasi atau melarang kunjungan wali santri sampai pada batas waktu yang di tentukan,hal ini di maksudkan untuk membatasi interaksi para santri dengan orang di luar pondok.

Mas Novi juga mengumumkan jika Pemda Nganjuk sudah membentuk gugus penanganan COVID 19 dan untuk pengadaannya di anggarkan dana sebesar 19,3 Milyard Rupiah.

Bagi para tenaga medis akan di usahakan secepatnya Alkes Alat Pelindung Diri (APD) yang telah di kirim  dari Pemprov Jatim dan sudah di distribusikan di pos masing – masing.

Sementara bagi ASN  sistem kerja shif sudah di berlakukan sejak hari hari itu.

“Untuk ASN, eselon dua dan tiga tetap standbye di pos masing- masing, untuk puskesmas dan rumah sakit tetap masuk seperti biasa dan untuk eselon 4 sudah di berlakukan sistem shif yaitu satu hari kerja satu hari libur sesuai jadwal dari Sekda,” ujar Bupati.

Dan di akhir sambutannya Mas Novi mengajak semua pihak untuk maju bersama, bergerak bersama memerangi penyebaran COVID -19 sehingga di Nganjuk tidak akan menjadi pandemi virus CORONA.

“Alhamdulilah sampai saat ini status Nganjuk pada zona aman meski sudah ada PDP dan ODP semoga dengan kerja keras dan kesadaran semua pihak baik pemda maupun masyarakat COVID -19 akan bisa di putus rantai peredarannya tentunya semua itu tak lepas dari Doa yang di sertai iktiar kita semua,” pungkas Mas Novi. (may)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.