Debt Colector Tarik Kendaraan di Jalanan adalah Pidana Perampasan

- Jurnalis

Senin, 20 Januari 2020 - 11:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ifakta.co, Banten – Direktur Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Banten melalui Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan tindakan arogansi para penagih utang kini bisa dipidana. Masyarakat pun yang merasa menjadi korban bisa segera menghubungi pihak kepolisian dan pihak kepolisian akan melakukan penindakan terhadap penagih utang tersebut, jika melakukan kekerasan atau praktik-praktik premanisme.

Edy juga mengingatkan kepada para pelaku penagih utang (debt collector) dari pihak leasing terhadap nasabah/konsumen yang menunggak pembayaran sepeda motor atau mobil, untuk tidak melakukan tarik secara paksa dan disertai kekerasan.

“Debt collector (penagih utang) itu bisa dipidana kalau menarik sepeda motor atau mobil nasabah secara paksa,” katanya.

Menurut Edy , jika penagih utang sudah melakukan kekerasan, maka dapat dijerat dengan pasal tindak pidana. Sebab, yang berhak melakukan penyitaan/menarik kenderaan itu adalah aparat penegak hukum.

“Sedangkan pihak kreditur atau leasing, penagih utang tidak boleh mengambil sepeda motor, mobil atau rumah, maupun alat-alat elektronik rumah tangga semaunya sendiri,” ujarnya.

Edy menegaskan berdasarkan aturan baru, penerima hak fidusia (kreditur) tidak boleh melakukan eksekusi sendiri melainkan harus mengajukan permohonan pelaksanaan eksekusi kepada pengadilan negeri, sesuai dengan Putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019 tertanggal 6 Januari 2020.

“Artinya, kasus nasabah akan disidangkan dan pengadilan akan mengeluarkan surat keputusan untuk menyita kendaraan nasabah tersebut,” jelasnya.

Edy mengungkapkan, kendaraan nasabah akan dilelang oleh pengadilan dan uang hasil penjualan kendaraan melalui lelang tersebut akan digunakan untuk membayar utang kredit nasabah ke perusahaan leasing, lalu uang sisanya akan diberikan kepada nasabah.

“Tindakan pihak leasing melalui penagih utang yang mengambil secara paksa kendaraan di rumah, merupakan tindak pidana pencurian. Dan jika pengambilan dilakukan di jalan, merupakan tindak pidana perampasan,” tegasnya.(ham)

Berita Terkait

Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang Dapat Suntikan Modal dan Tetap Dilakukan Pengawasan
Anna Martin Direktur PT Eurocor Indonesia Diduga Menipu Menyalahi Aturan Perjanjian Dengan Pengusaha Muda Tangerang
Jum’at Berkah: Kodim 0510/Tigaraksa Bagikan 60 Kotak Nasi Bok di Desa Kutruk
Menjaga Kesehatan, Anggota dan Persit Koramil 14/Panongan Senam Bersama
FORWAT Demo KPU Kota Tangerang, Tuntut Transparansi Anggaran Publikasi Media
Kawal Pesta Demokrasi Pilkada 2024, KPU Kota Tangerang Ajak Wartawan
Babinsa Koramil 10/Sepatan Lakukan Pendampingan CBP
Pesan Pasi Ops pada kesempatan apel Pagi

Berita Terkait

Jumat, 21 Juni 2024 - 17:08 WIB

Jelang Jakarta International Marathon di Kawasan GBK Wakil Walikota Jakpus Tinjau Kesiapan Akhir

Kamis, 20 Juni 2024 - 09:57 WIB

OKK PWI Jaya 2024 Pecahkan Rekor Peserta Terbanyak Selama 15 Tahun

Selasa, 18 Juni 2024 - 21:29 WIB

Berikut Ini Panduan Peserta Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian PWI Jaya

Senin, 17 Juni 2024 - 17:55 WIB

Haji Beceng Bagikan 1500 Paket Daging Sapi Seberat 1.5 kg perkantong pada Iedul Adha 1445 H

Senin, 17 Juni 2024 - 03:33 WIB

Pedagang Pasar Malam di Jalan Tanggul Timur Menambah Kemacetan di Kapuk

Minggu, 16 Juni 2024 - 16:22 WIB

Perayaan Waisak 2564 BE/2024 di Vihara Hemadhiro Mettavati: Momen Kebersamaan dan Doa

Minggu, 16 Juni 2024 - 15:52 WIB

Perayaan Waisak Vihara Hemadhiro Mettavati Dihadiri Ribuan Umat Budha

Sabtu, 15 Juni 2024 - 07:51 WIB

Ratusan Sopir Truk Demo Kadishub Bekasi Karena Sering Dipalak Oknum Dishub Hingga Ratusan Ribu Rupiah

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari ifakta.co

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca