BANYUMAS, ifakta.co – Pemerintah Kabupaten Banyumas menargetkan peningkatan kualitas pendidikan agar mampu bersaing dengan daerah lain di Jawa Tengah. Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, bahkan memasang cita-cita menjadikan Banyumas sebagai kota pendidikan nomor dua terkemuka di provinsi tersebut.

Sadewo menyampaikan target itu saat menghadiri kegiatan open house Sekolah Nasional Terintegrasi 2 (SNT 2) Banyumas di Gedung Gurinda, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Sabtu (17/10).

Dalam kegiatan tersebut, Sadewo mendampingi Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti, bersama sejumlah tamu undangan.

Iklan

Menurut Sadewo, ambisi tersebut membutuhkan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah tidak cukup hanya membangun gedung sekolah atau menambah fasilitas fisik.

Ia menilai kualitas tenaga pendidik, semangat belajar siswa, serta dukungan keluarga turut menentukan keberhasilan pendidikan. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar setiap anak memperoleh kesempatan berkembang.

“Kualitas serta dedikasi tenaga pendidik, semangat belajar peserta didik, dan dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu memberikan kesempatan berkembang bagi setiap anak,” ucap Sadewo, Minggu (18/10).

Sadewo juga menyoroti pentingnya pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh lapisan masyarakat. Berangkat dari pengalamannya tumbuh dalam keluarga sederhana, ia ingin memastikan kondisi sosial dan ekonomi tidak menghalangi anak-anak Banyumas untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Tidak ada anak di Banyumas yang kehilangan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik karena keterbatasan latar belakang sosial maupun ekonomi,” ujarnya.

SNT 2 Dorong Pembelajaran Modern dan Kompetensi Siswa

Sadewo menegaskan bahwa pemerataan akses pendidikan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan begitu, setiap siswa tidak hanya memperoleh kesempatan masuk sekolah, tetapi juga mendapatkan proses belajar yang mendukung pengembangan potensinya.

Ia kembali mengajak pemerintah, sekolah, dan masyarakat memperkuat kerja sama untuk mencapai target pendidikan tersebut.

“Cita-cita kita bersama adalah menjadikan Banyumas minimal sebagai kota pendidikan nomor dua terkemuka di Jawa Tengah.”

“Mari kita perkuat komitmen bersama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk mewujudkan pemerataan pendidikan yang inklusif dan berkualitas,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BBPMP Jawa Tengah Nugraheni Triastuti menjelaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan sistem penerimaan peserta didik yang adil dan terukur. Menurutnya, seleksi berbasis kompetensi akademik dapat membantu sekolah mengenali potensi siswa sekaligus menempatkan peserta didik sesuai kebutuhan program pembinaan.

Nugraheni menyebut para siswa yang mengikuti program SNT 2 merupakan peserta didik pilihan dari berbagai sekolah pengirim. Mereka memiliki potensi yang perlu dikembangkan, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

Untuk mendukung kemampuan tersebut, para siswa memperoleh pembinaan dari tenaga pengajar yang berdedikasi. Selain itu, fasilitas pembelajaran juga memegang peran penting dalam membantu mereka mempersiapkan diri menghadapi persaingan pendidikan di tingkat nasional.

“Siswa-siswi yang tergabung dalam program ini merupakan anak-anak pilihan yang mendapatkan pembinaan langsung dari para tenaga pengajar yang berdedikasi.”

“Kami berkomitmen memberikan fasilitas pembelajaran terbaik agar mereka mampu bersaing secara nasional,” ujar Nugraheni.

Ia menambahkan, sekolah-sekolah di Banyumas perlu terus mengembangkan kurikulum dan fasilitas pendukung yang memenuhi standar nasional. Penerapan metode pembelajaran modern juga diharapkan mampu memperkuat penguasaan materi serta keterampilan siswa.

Salah satu pendekatan yang Nugraheni soroti ialah pendalaman ilmu pengetahuan dasar, termasuk materi anatomi. Melalui pembelajaran tersebut, siswa diharapkan mampu memperluas wawasan dan meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan akademik.

“Para siswa dibiasakan menggunakan sistem pembelajaran modern, termasuk pendalaman materi seperti anatomi dan komponen ilmu pengetahuan dasar lainnya, sehingga memiliki kesiapan tinggi untuk bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan dari daerah atau kota lain,” ucapnya.

Nugraheni menilai pengembangan pendidikan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Fasilitas yang memadai perlu berjalan bersama motivasi belajar siswa dan komitmen tenaga pendidik. Dengan demikian, sekolah dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan sekaligus membangun karakter.

(naf/sib)

Iklan