JAKARTA, ifakta.co – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) memperkuat pengawasan di kawasan Setu Babakan, Jagakarsa, untuk mencegah lapak dan bangunan liar kembali berdiri setelah penataan dilakukan.

Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim, mengatakan pemerintah akan menambah pengawasan dan penjagaan di kawasan tersebut. Namun, ia menegaskan keberlanjutan penataan juga membutuhkan kesadaran serta partisipasi masyarakat.

“Insya Allah, kita penambahan juga pengawasan dan penjagaan di sini, tapi yang ke depannya adalah kesadaran kita semua yang kita akan bentuk bahwa ini tanggung jawab bukan tanggung jawab pemerintah saja, tapi masyarakat yang ada di sini juga,” kata Firmanuddin dalam kegiatan penataan kawasan UPK PBB Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta, Kamis.

Iklan

Menurut Firmanuddin, pencegahan kemunculan kembali lapak liar perlu dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah kota akan memperkuat koordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, pengurus RT dan RW, serta warga setempat.

Ia menjelaskan, upaya menjaga kawasan tidak cukup hanya dengan melarang aktivitas perdagangan di lokasi yang tidak diperuntukkan bagi kegiatan tersebut. Pemerintah juga ingin membangun pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga fungsi dan ketertiban kawasan Setu Babakan.

“Setu Babakan merupakan destinasi wisata, sarana pendidikan, sekaligus kawasan pelestarian kebudayaan Betawi yang perlu dijaga bersama,” ujar Firmanuddin.

Karena itu, penataan Setu Babakan tidak hanya menyasar pedagang dan bangunan yang tidak sesuai peruntukannya. Pemerintah juga merencanakan pembenahan infrastruktur pendukung agar kawasan tersebut lebih tertata.

Berdasarkan pendataan, terdapat 224 pedagang di kawasan itu. Sebagian besar telah membongkar kios dan memindahkan barang-barang mereka, baik atas inisiatif sendiri maupun dengan bantuan petugas.

Selain penertiban lapak, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menindaklanjuti perbaikan saluran air melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA). Sementara itu, penataan jalan dan jalur pedestrian akan dikoordinasikan bersama Dinas Bina Marga.

Pembenahan tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah agar penataan kawasan berjalan terpadu. Dengan demikian, perbaikan tidak hanya berfokus pada ketertiban pedagang, tetapi juga pada fasilitas yang mendukung aktivitas pengunjung.

Pemkot Jakarta Selatan berharap pengawasan yang diperkuat dan keterlibatan masyarakat dapat menjaga hasil penataan Setu Babakan dalam jangka panjang. Langkah ini sekaligus ditujukan untuk mempertahankan fungsi kawasan sebagai destinasi wisata, sarana pendidikan, dan pusat pelestarian budaya Betawi.

(her/wal)

Iklan