BLORA, ifakta.co – Musim kemarau panjang menyebabkan debit air di sejumlah waduk dan sungai di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami penyusutan. Kondisi tersebut dimanfaatkan petani untuk mengolah lahan yang sebelumnya terendam air menjadi area pertanian.
Fenomena itu terlihat di Waduk Tempuran, Desa Tempuran, Kecamatan Blora. Bagian lahan di sisi utara waduk yang mengering mulai dimanfaatkan warga untuk menanam berbagai jenis tanaman pertanian.
Sejumlah komoditas terlihat tumbuh di area tersebut, mulai dari jagung, cabai keriting merah, padi hingga mentimun. Lahan yang sebelumnya berada di bawah genangan air kini berubah menjadi area bercocok tanam.
Iklan
Salah seorang petani, Saridi, mengatakan dirinya mulai menggarap lahan tersebut setelah debit air Waduk Tempuran mengalami penurunan.
Menurutnya, pemanfaatan lahan yang mengering tidak hanya dilakukan oleh dirinya. Ratusan petani turut memanfaatkan kawasan tersebut untuk menanam tanaman yang dinilai sesuai dengan kondisi lahan.
“Petani memanfaatkan lahan yang mengering untuk ditanami. Mayoritas menanam jagung dan cabai,” kata Saridi.
Jagung dan cabai keriting merah menjadi tanaman yang paling banyak ditanam petani di kawasan tersebut. Selain kedua komoditas itu, sejumlah petani juga menanam padi dan mentimun.
Tanaman yang saat ini tumbuh di lahan bekas genangan waduk rata-rata telah berusia sekitar satu bulan. Para petani memanfaatkan kondisi tanah yang terbuka untuk mendapatkan tambahan lahan garapan selama debit air waduk masih rendah.
Meski memberikan kesempatan bagi petani untuk mengolah lahan, aktivitas pertanian di kawasan tersebut juga memiliki risiko. Petani harus memperhitungkan kemungkinan datangnya hujan yang dapat meningkatkan kembali debit air Waduk Tempuran.
Apabila volume air waduk kembali meningkat, lahan yang kini digunakan untuk bercocok tanam berpotensi kembali terendam. Tanaman yang sudah ditanam pun dapat mengalami kerusakan atau bahkan gagal panen.
Risiko tersebut menjadi bagian dari konsekuensi yang harus diperhitungkan petani selama memanfaatkan lahan yang muncul akibat penyusutan genangan waduk.
Waduk Tempuran memiliki fungsi penting bagi masyarakat sekitar. Selain digunakan untuk mendukung kebutuhan irigasi dan pengairan lahan pertanian, waduk tersebut juga menjadi salah satu kawasan wisata di Kabupaten Blora.
Waduk yang dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda itu hingga kini masih dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan masyarakat. Penyusutan debit air pada musim kemarau membuat sebagian area yang biasanya tergenang berubah menjadi lahan terbuka dan kemudian dimanfaatkan warga untuk kegiatan pertanian.(wl/wl)




