JAKARTA, ifakta.co – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) selama dua hari, 30 September hingga 1 Oktober 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Hall Gedung Dewan Pers, Jakarta.
Pelaksanaan UKW JMSI menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi wartawan sekaligus memperkuat profesionalisme di tengah perubahan ekosistem informasi digital. Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga menjadi tantangan baru bagi dunia jurnalistik.
Kegiatan bertema “Bikin Terang Indonesia” itu diselenggarakan JMSI bersama Lembaga Uji Kompetensi Pikiran Rakyat. Sejumlah wartawan dari berbagai media mengikuti rangkaian pengujian untuk jenjang UKW Muda dan UKW Madya.
Iklan
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Wayan Sudane, jajaran penguji, panitia, serta para peserta UKW.
Perwakilan penguji dari Lembaga Uji Kompetensi Pikiran Rakyat, Replianto, menyampaikan ucapan selamat kepada peserta yang dinyatakan kompeten. Menurutnya, kelulusan UKW bukan menjadi akhir proses, melainkan pijakan untuk terus meningkatkan kemampuan sebagai wartawan.
“Hari ini kita semua para peserta UKW Muda dan UKW Madya kompeten, ini adalah langkah awal untuk jalan ke depan,” kata Replianto.
Apresiasi terhadap pelaksanaan UKW juga disampaikan perwakilan peserta, Suroso. Ia menyampaikan terima kasih kepada JMSI, Lembaga Uji Kompetensi Pikiran Rakyat, para penguji, serta panitia yang telah menjalankan seluruh rangkaian kegiatan.
“Terima kasih kepada trio penguji, JMSI, panitia penyelenggara. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa bermanfaat dan menjadikan peserta semakin berkompeten,” ujar Suroso.
Ketua Umum JMSI Dr. Teguh Santosa membuka kegiatan UKW pada Rabu (30/9/2026). Ia juga menghadiri rangkaian penutupan pada Kamis (1/10/2026).
Dalam penutupan tersebut, Teguh menyampaikan selamat kepada seluruh peserta yang dinyatakan kompeten setelah menyelesaikan tahapan pengujian.
“Selamat kepada peserta UKW yang sudah dinyatakan kompeten dan lulus. Semoga apa yang diterapkan oleh tim penguji selama dapat bermanfaat dan menjadi bekal untuk menjalankan tugas jurnalistik dalam mencerdaskan masyarakat,” ujar Teguh.
Teguh menilai peningkatan kualitas wartawan perlu berjalan seiring dengan profesionalisme perusahaan media. Menurutnya, kedua unsur tersebut memiliki peran penting dalam menjaga fungsi pers di tengah masyarakat.
“Mestinya, wartawan yang berkualitas dan media profesional ini dapat berjalan seiring, sehingga pers nasional kita benar-benar berkualitas dan mampu menyehatkan demokrasi, bukan sekadar memproduksi kebisingan,” katanya.
Selain kompetensi wartawan, Teguh menyoroti perubahan besar dalam dunia informasi akibat perkembangan teknologi digital. Ia menilai penyebaran hoaks dan ujaran kebencian menjadi tantangan yang semakin kompleks.
Perkembangan kecerdasan buatan juga menjadi perhatian. Menurut Teguh, kemajuan AI telah dibahas dalam berbagai forum internasional sehingga masyarakat dan insan pers perlu memahami aturan, tanggung jawab, serta dampak penggunaannya.
Teguh juga mengingatkan potensi pemanfaatan AI dan Internet of Things (IoT) dalam sektor-sektor strategis. Ia menyoroti kemungkinan sistem otomatis ikut memengaruhi keputusan yang berkaitan dengan keamanan.
“Ada kekhawatiran jika suatu saat nanti keputusan untuk mendefinisikan ancaman dan menyatakan perang dikendalikan oleh sistem AI, hal itu bisa berakibat fatal,” ungkapnya.
Menghadapi perubahan tersebut, Teguh mendorong wartawan untuk meningkatkan kemampuan riset dan verifikasi. Ia mengingatkan bahwa kerja jurnalistik tidak cukup hanya mengikuti informasi yang sedang ramai di berbagai platform digital.
Menurutnya, wartawan perlu menggali informasi secara lebih mendalam agar tidak terjebak pada arus informasi yang dibentuk oleh algoritma.
“Jika wartawannya rajin meriset, secara teoretis masyarakat akan selamat dari jebakan optik algoritma atau yang oleh Prof. Komaruddin disebut sebagai algo-sapiens,” jelasnya.
Pelaksanaan UKW JMSI 2026 juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Dukungan tersebut antara lain berasal dari MIND ID dan Pertamina Patra Niaga.
(sib/lex)

