JAKARTA, ifakta.co – Kadar kolesterol harus kita perhatikan karena angka yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan pada pembuluh darah. Kondisi ini terutama berkaitan dengan kadar LDL atau kolesterol jahat yang tinggi.
Pola makan, aktivitas fisik, berat badan, serta faktor keturunan dapat memengaruhi kadar kolesterol. Karena itu, menjaga kolesterol tidak cukup hanya dengan mengandalkan satu jenis makanan atau minuman.
Sejumlah tanaman herbal juga menarik perhatian karena kandungan senyawa alaminya. Beberapa penelitian menunjukkan potensi tertentu terhadap kadar kolesterol. Namun, hasil penelitian setiap herbal berbeda.
Iklan
Selain itu, efek herbal umumnya tidak sebesar efek obat penurun kolesterol yang dokter resepkan. American Heart Association juga tidak menyarankan suplemen sebagai pengganti terapi medis untuk mengelola kolesterol.
11 Herbal yang Berpotensi Membantu Menjaga Kolesterol
Berikut beberapa herbal yang sering mendapat perhatian dalam pembahasan kolesterol.
1. Biji rami
Biji rami atau flaxseed mengandung serat dan asam lemak omega-3 jenis ALA. Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi biji rami utuh atau lignannya dapat membantu menurunkan kolesterol tertentu.
2. Bawang putih
Bawang putih mengandung berbagai senyawa aktif. Sejumlah penelitian menunjukkan suplemen bawang putih dapat membantu menurunkan kolesterol total dan LDL dalam jumlah kecil.
3. Kunyit
Kunyit mengandung kurkumin yang banyak mendapat perhatian dalam penelitian kesehatan. Peneliti telah menguji kurkumin terhadap berbagai gangguan metabolisme, termasuk masalah kadar lemak darah.
4. Jahe
Jahe menjadi salah satu rempah yang mudah masuk ke dalam menu sehari-hari. Masyarakat dapat mengolahnya sebagai bumbu, seduhan, atau campuran makanan.
5. Temulawak
Temulawak masih berkerabat dengan kunyit. Tanaman ini mengandung kurkuminoid dan berbagai senyawa lain yang menarik perhatian dalam penelitian kesehatan.
6. Kayu manis
Kayu manis sering masuk ke dalam makanan dan minuman karena aromanya yang khas. Penelitian juga mengevaluasi potensinya terhadap kadar gula darah dan lemak darah.
7. Kelabat
Kelabat atau fenugreek biasa hadir dalam masakan tertentu, termasuk kari. Tanaman ini mengandung serat dan sejumlah senyawa aktif.
8. Lengkuas
Lengkuas lebih sering hadir sebagai bumbu masakan. Tanaman ini juga mengandung sejumlah senyawa bioaktif dan antioksidan.
9. Ruku-ruku
Ruku-ruku termasuk tanaman yang banyak masyarakat kenal sebagai bahan minuman herbal atau bumbu. Tanaman ini mengandung senyawa seperti eugenol.
10. Bunga krisan
Masyarakat di sejumlah negara Asia mengolah bunga krisan menjadi teh herbal. Bunga ini mengandung berbagai senyawa antioksidan, termasuk kelompok flavonoid.
11. Rosela
Rosela memiliki rasa asam dan sering masyarakat olah menjadi teh. Bunga ini mengandung berbagai senyawa bioaktif yang menarik perhatian dalam penelitian kesehatan.
Herbal Bukan Pengganti Obat Kolesterol
Kata “herbal” tidak selalu berarti aman untuk semua orang. Herbal juga dapat menimbulkan efek samping. Selain itu, beberapa produk dapat berinteraksi dengan obat tertentu.
Bawang putih, misalnya, dapat meningkatkan risiko perdarahan pada kondisi tertentu. Konsumsi bawang putih juga dapat menimbulkan keluhan seperti sakit perut, mual, atau kembung pada sebagian orang.
Karena itu, orang yang rutin mengonsumsi obat perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menambahkan suplemen herbal. Langkah ini semakin penting bagi orang yang sudah menjalani terapi untuk kolesterol.
Selain itu, jangan menghentikan obat resep hanya karena ingin mencoba herbal. NCCIH menegaskan bahwa suplemen tidak boleh menggantikan obat yang telah tenaga kesehatan resepkan.
Pola Hidup Tetap Menjadi Dasar
Pengendalian kolesterol membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Pertama, batasi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans. Sebaliknya, perbanyak sayuran, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta sumber protein yang lebih sehat.
Selanjutnya, lakukan aktivitas fisik secara rutin. Aktivitas fisik dapat membantu menurunkan LDL dan meningkatkan HDL atau kolesterol baik.
Jadi, herbal dapat menjadi bagian dari pola makan jika seseorang menyukainya. Namun, jangan menjadikan herbal sebagai satu-satunya cara untuk mengendalikan kolesterol.
Pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala juga penting. Dengan begitu, seseorang dapat mengetahui perubahan kadar LDL, HDL, kolesterol total, dan trigliserida secara lebih jelas. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar kolesterol tinggi, konsultasikan langkah penanganannya dengan tenaga kesehatan.
(naf/lex)




