BANDA ACEH, ifakta.co – Calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Sayuti Achmad, menawarkan program pembebasan biaya pembuatan dan perpanjangan Kartu Tanda Anggota (KTA) PWI bagi anggota jika dirinya terpilih memimpin organisasi wartawan tersebut.

Program itu menjadi salah satu gagasan yang ia sampaikan setelah melakukan safari ke wilayah Barat Selatan (Barsela) Aceh. Sayuti menilai organisasi harus menghadirkan kebijakan yang membantu anggota, bukan menambah beban keuangan melalui berbagai pungutan.

Dalam keterangannya kepada media pada Jumat (23/10/2026), Sayuti menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program yang lebih berpihak kepada anggota PWI di seluruh Aceh.

Iklan

Sayuti menjelaskan, pembuatan maupun perpanjangan KTA PWI selama ini mewajibkan anggota membayar iuran sebesar Rp250 ribu. Namun, ia ingin mengubah mekanisme pembiayaan tersebut apabila mendapat kepercayaan memimpin PWI Aceh.

“Benar itu kewajiban anggota sebesar Rp 250 ribu tiap perpanjangan dan pembuatan kartu baru,” ungkap Sayuti Achmad.

Ia mengatakan, anggota tidak perlu lagi menanggung biaya tersebut jika dirinya terpilih. Menurut Sayuti, PWI Aceh akan mengambil alih kewajiban pembayaran kepada pengurus pusat sehingga anggota dapat memperpanjang atau membuat KTA tanpa mengeluarkan biaya.

“Kalau saya terpilih, iuran wajib KTA dibebaskan. Untuk menyetor ke pusat itu ditanggung PWI Aceh,” jelasnya.

Melalui program tersebut, Sayuti berharap anggota dapat menjalankan aktivitas jurnalistik tanpa terbebani biaya administrasi organisasi. Ia juga ingin memastikan PWI Aceh menghadirkan manfaat nyata bagi para anggotanya.

Selain pembebasan biaya KTA, Sayuti juga menyoroti kebiasaan meminta donasi kepada anggota setiap kali PWI Aceh menggelar kegiatan.

Ia menilai kebiasaan tersebut perlu dievaluasi, terutama jika anggota merasa terbebani oleh permintaan sumbangan yang berulang.

Sejumlah kegiatan organisasi, termasuk peringatan Maulid Nabi dan agenda lainnya, menjadi perhatian dalam gagasan yang ia tawarkan.

Sayuti mengaku telah menerima keluhan dari anggota PWI di berbagai wilayah Aceh mengenai persoalan tersebut.

“Saya sudah mendapat curhatan banyak dari anggota seluruh Aceh,” tambahnya.

Karena itu, ia menegaskan bahwa kegiatan organisasi seharusnya tidak bergantung pada sumbangan yang membebani anggota. Menurutnya, PWI Aceh perlu membangun sistem pendanaan kegiatan yang lebih terencana dan tidak terus-menerus meminta kontribusi dari anggota.

Ajak Anggota Bangun PWI Aceh yang Bersat

Sayuti juga mengajak seluruh anggota PWI di Aceh untuk bersama-sama memperkuat organisasi sebagai rumah besar wartawan. Ia ingin PWI menjadi wadah pemersatu yang mampu menampung aspirasi anggota sekaligus memperjuangkan kepentingan profesi jurnalistik.

Baginya, pengurus organisasi harus mengutamakan pelayanan kepada anggota dan menghindari kebijakan yang justru menambah beban mereka.

Sayuti berharap gagasan pembebasan biaya KTA dan penghentian kebiasaan donasi yang membebani anggota dapat menjadi bagian dari perubahan tata kelola PWI Aceh jika ia terpilih sebagai ketua.

(mby/mby)

Iklan